Satgas dan Warga Bersatu Padamkan Karhutla di Sukadana, 10 Hektare Lahan Berhasil Ditangani

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga relawan masyarakat.

Setelah menerima laporan mengenai titik kebakaran dan upaya awal yang dilakukan MPA, Satgas Karhutla Kabupaten Kayong Utara bergerak menuju lokasi untuk memperkuat proses pemadaman.

Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, S.Sos., M.Si., turut turun langsung memimpin penanganan di lapangan. Ia didampingi Camat Sukadana Ismail UJ, S.H., Kapolsek Sukadana Ipda Muhammad Iqbal, S.H., serta Plt. Kasat Pol PP Kabupaten Kayong Utara, Andri Candra.

Kegiatan tanggap darurat sekaligus pengecekan langsung titik api atau ground check tersebut berlangsung pada Sabtu (26/9/2026) malam hingga sekitar pukul 02.30 WIB.

Penanganan dipusatkan di kawasan perbatasan Desa Sejahtera dan Simpang Tiga, Dusun Tanjung Gunung, mulai dari RT 10 Dusun Tanjung Gunung hingga Dusun Parit Bugis, Kecamatan Sukadana. Lokasi tersebut berada pada koordinat -1.314893, 110.047140, dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare yang terdiri atas lahan mineral dan perkebunan.

Camat Sukadana, Ismail Usman Jerry, S.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya penanganan karhutla tersebut.

Menurutnya, kehadiran Satgas Kabupaten merupakan bentuk tindak lanjut atas laporan serta perjuangan awal MPA yang telah terlebih dahulu melakukan upaya pemadaman di lokasi.

"Menindaklanjuti informasi dan perjuangan awal rekan-rekan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang sudah bahu-membahu di lokasi, Satgas Kabupaten segera hadir untuk memperkuat penanganan. Bapak Bupati berkenan memimpin langsung upaya pemadaman bersama Kapolsek Sukadana Ipda Muhammad Iqbal, Plt. Kasat Pol PP Andri Candra, serta gabungan personel dari TNI, Polres Kayong Utara, Manggala Agni, BNPB/BPBD, Satpol PP, dan relawan masyarakat," tutur Ismail saat dikonfirmasi, Minggu (27/9/2026).

Ismail yang akrab disapa Uje menjelaskan, proses pemadaman dilakukan dengan membagi personel dan penanganan pada dua titik utama, yakni Lokasi 1 dan Lokasi 2.

Berkat kerja sama seluruh unsur yang terlibat, api di area sekitar 10 hektare tersebut berhasil ditangani. Setelah proses pemadaman, petugas melanjutkan dengan pendinginan atau cooling down untuk memastikan tidak terdapat kembali titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Ia menyebut kondisi di lokasi setelah penanganan berada dalam keadaan aman, kondusif, dan terkendali.

Selain menyampaikan apresiasi, Camat Sukadana juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan rasa memiliki terhadap lingkungan, terutama ketika terjadi bencana atau musibah yang membutuhkan penanganan bersama.

"Kami sangat mengapresiasi kebersamaan yang telah terjalin. Namun, di sisi lain, kami juga ingin mengajak saudara-saudara kita yang mungkin kemarin masih belum sempat berpartisipasi atau sekadar menyaksikan, agar ke depan dapat bersama-sama tergerak hatinya. Musibah karhutla ini adalah ujian bagi kita semua, dan alangkah indahnya jika kita bisa menyikapinya dengan rasa empati serta saling bahu-membahu," ujar Ismail.

Ia menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan dan mencegah meluasnya dampak karhutla membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah, aparat, relawan, dan masyarakat.

"Menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan oleh satu atau dua pihak saja. Di saat kita sedang berikhtiar membangun kekompakan, dukungan dan hadirnya masyarakat secara langsung sangat berarti bagi para petugas dan relawan di lapangan. Mari kita bersama-sama mempererat tali gotong royong, saling peduli, dan tidak membakar lahan demi mewujudkan Sukadana yang aman dan nyaman bagi anak cucu kita," pungkasnya. (Humas KKU) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak