Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., mendampingi Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, melaksanakan kunjungan kerja ke Markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 833/Bumi Daranante di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Jumat (9/10/2026).
Kunjungan tersebut dilaksanakan untuk meninjau secara langsung kondisi satuan, kesiapan operasional prajurit, serta kelayakan sarana dan prasarana pendukung tugas. Peninjauan ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan Yonif TP 833/Bumi Daranante dalam menjalankan tugas pertahanan sekaligus mendukung pembangunan di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Rombongan Menhan RI dan Pangdam XII/Tpr disambut oleh Komandan Yonif TP 833/Bumi Daranante, Letkol Inf Riska Imron Rosadi, S.I.P. Dalam kesempatan tersebut, Danyonif menyampaikan paparan mengenai kondisi satuan serta perkembangan pelaksanaan tugas di wilayah tanggung jawabnya.
Dalam arahannya, Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan apresiasi terhadap pembinaan satuan yang dilaksanakan Kodam XII/Tanjungpura. Ia menegaskan bahwa pemeliharaan kesatrian dan seluruh fasilitas pendukung merupakan tanggung jawab setiap prajurit sebagai bentuk penghormatan terhadap amanah yang diberikan negara dan rakyat.
Menhan mengingatkan agar seluruh prajurit senantiasa menjaga kebersihan, merawat fasilitas yang tersedia, serta memelihara lingkungan satuan agar tetap tertib, nyaman, dan layak digunakan untuk mendukung pelaksanaan tugas.
Menurutnya, fasilitas satuan merupakan aset yang dibangun melalui dukungan rakyat sehingga harus dijaga dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab.
Selain menekankan pentingnya pemeliharaan lingkungan kesatrian, Menhan RI juga menyoroti karakteristik Yonif TP sebagai satuan yang mengemban tugas pembangunan teritorial. Prajurit tidak hanya dituntut memiliki kesiapan dalam bidang pertahanan, tetapi juga perlu dibekali keterampilan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kemampuan di bidang pertanian, peternakan, kesehatan, dan konstruksi menjadi sejumlah keterampilan yang perlu dikembangkan untuk mendukung berbagai program pembangunan, khususnya di kawasan perbatasan yang memiliki tantangan geografis dan kebutuhan masyarakat yang beragam.
Dengan kemampuan tersebut, keberadaan Yonif TP diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Pada akhir arahannya, Sjafrie Sjamsoeddin mengingatkan seluruh prajurit agar senantiasa berpegang teguh pada Sumpah Prajurit, Sapta Marga, dan Delapan Wajib TNI sebagai landasan moral dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Ia juga menegaskan bahwa setiap prajurit harus menjaga sikap, perilaku, serta hubungan baik dengan masyarakat. Kepercayaan rakyat, menurutnya, merupakan amanah yang harus dijaga melalui pengabdian yang tulus, kepedulian, dan tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan kesiapan satuan Yonif TP 833/Bumi Daranante semakin optimal, baik dalam melaksanakan tugas pertahanan maupun mendukung pembangunan wilayah perbatasan. Sinergi antara pimpinan TNI, Kementerian Pertahanan, dan prajurit di lapangan menjadi bagian penting dalam mewujudkan pertahanan negara yang kuat serta kehadiran TNI yang bermanfaat bagi masyarakat. (Pendam XII/Tpr)


