Antusiasme pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berpartisipasi dalam Gerai UMKM pada ajang AVC Men’s Club Volleyball Championship 2026 di Pontianak menunjukkan tingginya optimisme terhadap perkembangan ekonomi daerah. Selasa (12/5/2026).
Event olahraga internasional ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi bola voli tingkat Asia, tetapi juga membuka ruang strategis bagi UMKM lokal untuk memperluas jaringan pasar dan meningkatkan omzet. Ratusan pelaku usaha tercatat mendaftar, namun hanya sebagian yang dapat difasilitasi akibat keterbatasan jumlah stan yang tersedia.
Gerai UMKM AVC 2026 dibagi ke dalam tiga zona, yaitu foodcourt, coffee zone, dan souvenir, dengan puluhan stan yang menampilkan produk unggulan lokal maupun nasional.
Di zona foodcourt tersedia 32 stan yang diisi oleh 30 tenant makanan dan 9 tenant minuman. Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan brand lokal yang bersanding dengan beberapa brand nasional.
Sementara itu, di coffee zone terdapat 12 stan yang didominasi pelaku usaha kopi lokal, dengan kehadiran satu brand nasional, yakni Kopi Kapal Api.
Adapun zona souvenir menghadirkan 6 stan yang menampilkan kerajinan dan cinderamata khas daerah serta produk nasional, termasuk merchandise seperti jersey dan suvenir khas Indonesia.
Penanggung jawab Gerai UMKM AVC 2026, Dir Pamobvit Polda Kalbar Kombes Pol Made Ari, menyampaikan apresiasi atas tingginya minat pelaku UMKM untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih atas antusiasme pelaku UMKM Pontianak yang sangat tinggi untuk bergabung di Gerai UMKM AVC 2026,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelaku UMKM yang belum dapat terakomodasi karena keterbatasan kapasitas stan yang tersedia.
“Kami mohon maaf kepada UMKM yang belum bisa difasilitasi. Ini murni karena keterbatasan tempat yang ada,” tambahnya.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., menilai keterlibatan UMKM dalam event internasional ini memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berdampak pada sektor olahraga, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat.
“Tingginya partisipasi UMKM menjadi indikator bahwa ekonomi Kalbar terus bergerak ke arah yang positif,” ujarnya.
Ia menegaskan Polda Kalbar mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan, termasuk dalam aspek pengamanan agar seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan kondusif.
“Kami memastikan kegiatan ini berlangsung aman sehingga masyarakat dan pelaku UMKM dapat beraktivitas dengan nyaman,” jelasnya.
Bambang menambahkan, tingginya minat UMKM dalam ajang ini mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat. Ia berharap momentum ini dapat membuka peluang lebih luas bagi UMKM untuk berkembang dan menembus pasar yang lebih besar di masa mendatang. (Humas Polda Kalbar)

