Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari, menghadiri Wisuda Tahfidz dan Pelepasan Kelas IX Angkatan V SMP Islam Terpadu Pondok Pesantren Baitul Quran Sukadana di Cafe Biva Sukadana, Senin (25/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas capaian pendidikan keagamaan di Kabupaten Kayong Utara sekaligus mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam mendukung lahirnya generasi muda yang religius, berkarakter, dan berdaya saing.
Dalam sambutannya, Wabup Amru menyampaikan ucapan selamat kepada para santri dan santriwati yang diwisuda, termasuk kepada orang tua serta jajaran Pondok Pesantren Baitul Quran yang dinilai berhasil membina pendidikan tahfidz di daerah.
“Atas nama pimpinan dan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, kami mengucapkan selamat kepada anak-anakku sekalian yang hari ini diwisuda. Selamat juga kepada bapak dan ibu sebagai orang tua santri, serta kepada Pondok Pesantren Baitul Quran yang hari ini kembali mencatatkan prestasi dengan mewisuda lebih dari 60 santri pada angkatan kelima ini,” ujar Amru.
Ia menegaskan, nilai religius menjadi bagian penting dalam pembangunan Kabupaten Kayong Utara. Menurutnya, kehidupan keagamaan memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sosial masyarakat sehingga menjadi pondasi utama dalam membangun daerah.
“Visi kami tentang Kayong Utara yang religius, sehat, cerdas, dan sejahtera merupakan rangkaian pemikiran bagaimana memajukan daerah ini. Kata religius kami tempatkan pada bagian awal visi karena kehidupan keagamaan tidak bisa dilepaskan dari sendi-sendi kehidupan sosial masyarakat,” jelasnya.
Amru menilai pendidikan berbasis keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kekuatan moral dan spiritual.
Meski demikian, ia mengakui kondisi fiskal daerah saat ini masih menjadi tantangan dalam memberikan dukungan yang lebih optimal terhadap pengembangan pendidikan keagamaan.
“Tahun 2025 ketika kami dilantik, kami langsung dihadapkan pada kondisi efisiensi anggaran. Harapan di tahun 2026 membaik, tetapi kenyataannya anggaran kita kembali berkurang cukup besar,” ungkapnya.
Kendati menghadapi keterbatasan anggaran, Amru meminta seluruh pihak tetap menjaga semangat dalam memajukan pendidikan keagamaan di Kabupaten Kayong Utara.
“Namun saya kira hal ini jangan membuat kita berlarut-larut. Semangat para orang tua, ustaz dan ustazah, serta anak-anak kita harus terus didorong demi kemajuan pendidikan keagamaan,” pungkasnya. (Prokopim Setda KKU)

