Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menekankan pentingnya inovasi dan efisiensi dalam penyelenggaraan pemerintahan di tengah keterbatasan anggaran. Hal itu disampaikannya usai memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 yang dirangkaikan dengan Hari Pendidikan Nasional, Senin (4/5/2026).
Mengusung tema “Otonomi Daerah, Kita Wujudkan Asta Cita”, Edi menilai otonomi daerah harus dimaknai sebagai upaya memperkuat kemandirian daerah dalam mengelola potensi lokal secara optimal, sekaligus selaras dengan arah pembangunan nasional.
“Program yang berjalan perlu terus dievaluasi agar semakin efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor kunci dalam mendorong pembangunan, terutama pada delapan prioritas nasional seperti ketahanan pangan, energi dan air, pendidikan, kesehatan, hingga pengentasan kemiskinan.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga dituntut mempercepat reformasi birokrasi berbasis hasil melalui pemanfaatan digitalisasi dan inovasi pelayanan publik. Keberadaan ratusan Mal Pelayanan Publik di Indonesia menjadi salah satu indikator peningkatan layanan kepada masyarakat.
Edi mengungkapkan, Pemerintah Kota Pontianak menghadapi tantangan penurunan dana transfer sebesar Rp233 miliar pada tahun 2026. Kondisi ini menuntut penyesuaian kebijakan dan penajaman program prioritas.
“Kita tetap fokus pada pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan dan pengangguran, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Selain mendukung program nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih, Pemkot Pontianak juga terus menguatkan program daerah, termasuk gerakan Pontianak Asri.
Keterbatasan sumber daya aparatur juga menjadi perhatian. Saat ini rasio ASN Kota Pontianak masih berada di angka 0,94 persen, jauh di bawah rata-rata nasional.
“Kita masih kekurangan lebih dari dua ribu ASN. Karena itu, inovasi dan digitalisasi menjadi solusi untuk menjaga kinerja tetap optimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, kepedulian terhadap persoalan masyarakat harus menjadi dasar dalam setiap kebijakan, mulai dari isu lingkungan, sampah, hingga infrastruktur dan layanan dasar.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Pontianak juga melepas ASN yang memasuki masa purna tugas sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka. Edi turut mendoakan jemaah haji asal Pontianak, termasuk ASN yang berangkat tahun ini, agar diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah.
“Saya mengajak seluruh jajaran untuk terus bekerja dengan semangat, inovasi, dan kepedulian dalam membangun Kota Pontianak,” tutupnya. (Kominfo/Prokopim)
