Gemawan memfasilitasi Dialog Multipihak Sinkronisasi Kebijakan Pembangunan Responsif Gender dan Adaptasi Perubahan Iklim di Kabupaten Mempawah, Kamis (4/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten Mempawah tersebut menjadi wadah memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat sipil, kelompok perempuan, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Dialog ini dihadiri berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dan lembaga terkait, di antaranya BAPPERIDA Kabupaten Mempawah, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Penanaman Modal, Koperasi, UKM dan PTSP, Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup, UPT KPH Wilayah Mempawah, BPBD, Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sadaniang, JARING PEDAS Mempawah, Serikat Perempuan Kabupaten Mempawah (SPKM), pegiat Gemawan di tingkat desa, serta kelompok tani dan masyarakat dampingan.
Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan kebijakan pembangunan agar mampu menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara terpadu. Selain itu, forum ini juga menjadi sarana untuk memastikan kebutuhan perempuan dan kelompok rentan dapat terakomodasi dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Koordinator Gemawan Wilayah Mempawah, Lani Ardiansyah atau yang akrab disapa Ucup, mengatakan pembangunan berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan ruang dialog yang melibatkan berbagai pihak, baik OPD terkait maupun kelompok masyarakat dampingan Gemawan, sehingga program yang dijalankan dapat selaras dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, dampak perubahan iklim kini semakin dirasakan masyarakat, terutama perempuan dan petani yang bergantung pada sumber daya alam. Karena itu, kebijakan pembangunan perlu dirancang lebih adaptif agar mampu meningkatkan ketahanan masyarakat sekaligus mendorong kesejahteraan jangka panjang.
Dukungan terhadap upaya tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Mempawah, Kurdiah. Ia mengapresiasi peran Gemawan dalam mendampingi masyarakat dan memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah.
Kurdiah mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mempawah saat ini mencapai 8,24 persen, dengan sektor pengolahan memberikan kontribusi sekitar 25 persen. Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya perempuan dan petani, dinilai penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
“Saya berharap kegiatan pendampingan Gemawan nantinya dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Mempawah,” katanya.
Selain membahas aspek ekonomi, dialog juga menyoroti pentingnya memperluas akses dan peran perempuan dalam pembangunan. Perempuan dinilai memiliki kontribusi besar dalam pengelolaan sumber daya alam, penguatan ekonomi keluarga, hingga upaya adaptasi perubahan iklim di tingkat komunitas.
Dewan Pengurus Gemawan, Hermawansyah, menjelaskan bahwa sinkronisasi kebijakan pembangunan responsif gender menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya kelompok-kelompok Perempuan KUAT di Kabupaten Mempawah.
“Sinkronisasi kebijakan pembangunan berbasis responsif gender ini dimaksudkan untuk mendorong penguatan perempuan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep Perempuan KUAT yang dikembangkan Gemawan berfokus pada penguatan kapasitas perempuan dalam kepemimpinan, pengembangan usaha ekonomi, pengelolaan agroforestri, hingga pemanfaatan teknologi.
“Harapan kami melalui pelaksanaan sinkronisasi pembangunan berbasis gender ini adalah lahirnya kelompok Perempuan KUAT, yaitu perempuan yang kuat dalam kepemimpinan, usaha, agroforestri, dan teknologi,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Gemawan menerapkan pendekatan 3R, yakni Recognition (rekognisi), Representation (representasi), dan Redistribution (redistribusi). Pendekatan ini bertujuan meningkatkan pengakuan terhadap peran perempuan, memperluas keterlibatan mereka dalam pengambilan keputusan, serta memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih adil.
Perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Mempawah, Nuni, turut menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. Menurutnya, penguatan kapasitas perempuan harus menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan daerah, terutama untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan dinamika ekonomi.
“Saya sangat mendukung kegiatan pembangunan responsif gender dan adaptasi perubahan iklim yang dilaksanakan Gemawan di Kabupaten Mempawah,” ujarnya.
Melalui dialog multipihak ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, kelompok perempuan, dan masyarakat untuk mengintegrasikan perspektif gender serta adaptasi perubahan iklim dalam kebijakan pembangunan. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, memperkuat ketahanan masyarakat, serta menjaga keberlanjutan lingkungan di Kabupaten Mempawah. (Izhar)

