Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan pentingnya peningkatan kualitas peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-34 Kota Pontianak agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, pembinaan yang berkesinambungan menjadi kunci lahirnya qari dan qariah berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah.
Saat membuka MTQ ke-34 Kota Pontianak di Taman Alun Kapuas, Jumat (19/6/2026) malam, Edi berharap para peserta mampu mencapai standar penilaian tinggi yang menjadi tolok ukur kompetisi tingkat nasional.
“Target kita bukan hanya menjadi yang terbaik di tingkat daerah, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. Karena itu kualitas peserta harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan dewan hakim dan pengawas untuk menjaga profesionalitas, objektivitas, serta kualitas penilaian selama perlombaan berlangsung. Menurutnya, hasil MTQ harus benar-benar mencerminkan kemampuan peserta sehingga dapat menjadi bekal menghadapi MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat maupun ajang yang lebih tinggi.
Selain sebagai kompetisi, MTQ dinilai memiliki peran strategis dalam membangun karakter masyarakat yang religius. Edi menekankan bahwa nilai-nilai Al-Quran harus menjadi pedoman hidup yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari guna memperkuat keharmonisan dan persatuan masyarakat.
“MTQ harus menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiah dan memperkuat silaturahmi. Yang terpenting, nilai-nilai Al-Quran dapat diamalkan dalam kehidupan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia MTQ ke-34 Kota Pontianak, Yusnaldi, menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini diikuti sebanyak 269 peserta yang berasal dari enam kecamatan se-Kota Pontianak. Perlombaan berlangsung selama lima hari, mulai 19 hingga 23 Juni 2026.
Beberapa lokasi yang digunakan sebagai arena lomba antara lain Taman Alun Kapuas, Aula Lingkungan Kantor Wali Kota Pontianak, Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kota Pontianak, serta Masjid Al-Khalifah di Kompleks Kantor Wali Kota Pontianak.
Terdapat tujuh cabang yang diperlombakan, meliputi Tilawah Al-Quran, Qiraat Sab’ah, Hifzil Quran, Syarhil Quran, Fahmil Quran, Khattil Quran, serta Karya Tulis Ilmiah Hadis. Berbagai kategori usia dan kemampuan turut dilombakan guna memberikan ruang bagi peserta untuk menunjukkan potensi terbaiknya.
Yusnaldi berharap pelaksanaan MTQ tidak hanya melahirkan peserta berprestasi, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya literasi dan dakwah Qurani di tengah masyarakat.
“Melalui MTQ ini, kami ingin semangat mempelajari, memahami, dan mengamalkan Al-Quran semakin kuat dalam kehidupan masyarakat Kota Pontianak,” pungkasnya. (Prokopim)

