Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengajak masyarakat untuk memperbanyak amal kebaikan sebagai bekal kehidupan akhirat. Ajakan tersebut disampaikannya saat memberikan kuliah tujuh menit (kultum) usai salat Subuh berjamaah di Masjid Wahdatul Ummah, Desa Temajuk, Kabupaten Sambas, Minggu (14/6/2026).
Dalam tausiyahnya, Gubernur mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara, sehingga setiap individu perlu mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan yang kekal melalui ibadah, kepedulian sosial, dan amal yang bermanfaat bagi sesama.
Menurut Ria Norsan, investasi akhirat tidak harus dimulai dari hal besar. Berbagai amalan sederhana yang dilakukan dengan niat tulus dan berkelanjutan dapat menjadi sumber pahala yang terus mengalir.
“Saya mengajak masyarakat untuk menyisihkan sebagian rezeki guna membantu pembangunan rumah ibadah, fasilitas umum, maupun menolong sesama yang membutuhkan. Mengajarkan ilmu yang bermanfaat juga termasuk amal yang nilainya sangat besar di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara hubungan dengan Allah SWT dan hubungan dengan sesama manusia. Menurutnya, pengabdian dalam pekerjaan, pelayanan kepada masyarakat, serta sikap jujur dan bertanggung jawab merupakan bagian dari ibadah yang bernilai tinggi.
“Keberhasilan dunia memang penting, tetapi jangan sampai kita melupakan bekal akhirat. Dengan memperkuat ibadah dan kepedulian sosial, kita tidak hanya memperoleh ketenangan batin, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” kata Gubernur.
Pada kesempatan tersebut, Ria Norsan juga menyerahkan bantuan untuk mendukung pengembangan sarana ibadah di kawasan perbatasan. Bantuan yang diberikan meliputi 100 lembar sarung salat dan dana sebesar Rp20 juta untuk operasional pembangunan Masjid Wahdatul Ummah.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat turut menyalurkan bantuan masing-masing Rp15 juta kepada Surau Nikmatul Temajuk dan Surau Al-Ikhlas Sempadan.
Kegiatan Subuh berjamaah dan kultum ini berlangsung khidmat serta dihadiri masyarakat setempat. Momentum tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus menguatkan nilai-nilai spiritual dan kepedulian sosial di tengah upaya pembangunan wilayah perbatasan. (rfa) (Adpim Prov Kalbar)

