Kodam XII/Tanjungpura Mulai Karya Bakti Skala Besar di Perbatasan, Fokus Bangun Infrastruktur dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Kodam XII/Tanjungpura resmi memulai Karya Bakti Skala Besar Tahun Anggaran 2026 di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia. Upacara pembukaan berlangsung di Pasar Modern Entikong, Kabupaten Sanggau, Rabu (22/7/2026), dipimpin Kasdam XII/Tanjungpura Brigjen TNI Bambang Sujarwo, S.H., M.Sos., M.M., mewakili Pangdam XII/Tanjungpura.

Program bertema "Bakti TNI AD untuk Rakyat Dalam Rangka Menguatkan Ketahanan di Wilayah Kodam XII/Tpr" ini akan berlangsung selama dua bulan, mulai 22 Juli hingga 20 September 2026. Kegiatan dilaksanakan di tiga wilayah perbatasan yang berada di bawah tanggung jawab Kodim 1204/Sanggau, Kodim 1205/Sintang, dan Kodim 1209/Bengkayang.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong, pemasangan tanda peserta, serta penyerahan alat kerja kepada perwakilan prajurit dan masyarakat sebagai simbol dimulainya pelaksanaan karya bakti.

Dalam amanat Pangdam XII/Tanjungpura yang dibacakan Kasdam, Brigjen TNI Bambang Sujarwo menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian TNI kepada masyarakat sekaligus implementasi Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI.

Menurutnya, Karya Bakti Skala Besar mendukung program pemerintah dan kebijakan Panglima TNI dalam mempercepat pembangunan kawasan perbatasan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta memperkokoh ketahanan wilayah.

Berbagai sasaran fisik menjadi fokus kegiatan, di antaranya pembangunan jembatan, 50 unit sumur bor, 20 unit MCK, rehabilitasi enam sekolah, perbaikan 75 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan dua rumah singgah, serta lima rumah ibadah.

Selain pembangunan infrastruktur, Kodam XII/Tanjungpura juga menggelar berbagai kegiatan sosial, seperti layanan kesehatan gratis, donor darah, operasi bibir sumbing dan katarak, penghijauan, pembagian bantuan sembako, hingga penyuluhan hukum mengenai pencegahan peredaran barang ilegal dan bahaya penyalahgunaan narkoba.

Kasdam berharap seluruh target fisik maupun nonfisik dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat di wilayah perbatasan.

Di akhir sambutannya, Brigjen TNI Bambang Sujarwo mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga tokoh agama, untuk bersama-sama menyukseskan program tersebut melalui semangat gotong royong.

"Semoga kolaborasi ini semakin memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat perbatasan," tutupnya. (Pendam XII/Tpr)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak