Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., memimpin Sidang Pemilihan Tingkat Sub Panitia Pusat (Sub Panpus) Penerimaan Calon Tamtama Prajurit Karier (Cata PK) TNI AD Gelombang II Tahun 2026 di Markas Rindam XII/Tanjungpura, Kota Singkawang, Rabu (8/7/2026).
Sidang tersebut diikuti 420 calon peserta asal Kalimantan Barat yang telah dinyatakan memenuhi syarat setelah melalui berbagai tahapan seleksi. Mereka mengikuti proses pemilihan untuk mendapatkan kesempatan menjadi prajurit TNI Angkatan Darat.
Dalam amanat yang dibacakannya, Pangdam XII/Tanjungpura menyampaikan pesan Aspers Kasad Mayjen TNI I Wayan Suarjana, S.E., M.M., bahwa TNI AD terus melakukan pembenahan sistem rekrutmen agar semakin modern, transparan, akuntabel, dan profesional seiring perkembangan lingkungan strategis yang terus berubah.
Menurutnya, pelaksanaan seleksi kini telah memanfaatkan teknologi digital pada setiap tahapan pemeriksaan dan pengujian. Hasil pemeriksaan administrasi, kesehatan, jasmani, hingga penelitian personel langsung terintegrasi ke server Panpus, sementara tes psikologi menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) sehingga penilaian berlangsung lebih objektif, efisien, dan terukur.
Pangdam berharap penerapan sistem digital tersebut semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses rekrutmen TNI AD sekaligus menghasilkan calon prajurit yang berkualitas dan berintegritas.
Pada kesempatan itu, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito juga mengapresiasi seluruh panitia dan tim penguji yang telah bekerja secara maksimal dalam menyelenggarakan rangkaian seleksi. Ia mengingatkan agar setiap keputusan dalam sidang didasarkan pada prinsip objektivitas, keadilan, dan tanggung jawab demi memperoleh sumber daya manusia terbaik bagi TNI Angkatan Darat.
Di hadapan peserta dan orang tua calon prajurit, Pangdam kembali menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan prajurit TNI AD tidak dipungut biaya. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada oknum maupun calo yang menjanjikan kelulusan dengan meminta imbalan.
"Menjadi prajurit TNI Angkatan Darat itu gratis dan tidak dipungut biaya. Apabila ada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah uang, segera laporkan. Tindakan seperti itu akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegas Pangdam.
Sidang Pemilihan Tingkat Sub Panpus Cata PK TNI AD Gelombang II Tahun 2026 berlangsung tertib dengan mengedepankan asas transparansi, profesionalisme, dan akuntabilitas guna menjaring calon prajurit terbaik dari Kalimantan Barat. (Pendam XII/Tpr)


