Rumah Warga di Tepian Kapuas Ambruk, Pemkot Pontianak Siapkan Perbaikan

Musibah tak terduga dialami Ani (57), warga Gang Alpokat Indah Jalur 5, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat. Rumah sederhana yang selama ini menjadi tempat tinggalnya di tepian Sungai Kapuas tiba-tiba roboh pada Senin (6/7/2026) siang.

Beruntung, Ani yang tinggal seorang diri selamat tanpa mengalami luka. Saat kejadian sekitar pukul 14.00 WIB, dirinya sedang berada di dalam rumah setelah selesai memasak.

Ani mengisahkan, sebelum rumahnya ambruk, ia sempat mendengar suara kayu berderak dari bagian bangunan.

"Saya habis masak, kemudian duduk sambil mendengarkan radio. Tiba-tiba terdengar suara seperti kayu patah. Awalnya saya kira suara anak-anak bermain layang-layang, tapi lama-lama semakin keras dan rumah mulai turun," tuturnya saat menerima bantuan dari Pemerintah Kota Pontianak yang diserahkan Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, Selasa (7/7/2026).

Meski sempat terkejut dan tidak menyangka rumahnya akan roboh, Ani bersyukur dirinya masih diberi keselamatan.

"Alhamdulillah saya selamat. Saya memang tinggal sendiri di rumah ini," ucapnya.

Ani diketahui telah menghuni rumah tersebut sejak 2020. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia bekerja serabutan dengan membantu warga sekitar berjualan.

Pasca kejadian, Pemerintah Kota Pontianak bergerak cepat memberikan bantuan sekaligus memastikan rumah Ani akan mendapat penanganan. Pemkot melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) akan melakukan perbaikan agar rumah tersebut kembali aman ditempati.

Ani menyampaikan apresiasinya atas kepedulian pemerintah yang hadir membantu dirinya saat mengalami musibah.

"Saya berterima kasih kepada Pemerintah Kota Pontianak atas bantuannya. Semoga rumah saya bisa diperbaiki. Tidak perlu besar, yang penting kuat dan aman untuk tinggal," harapnya.

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan bersama jajaran perangkat daerah turun langsung melihat kondisi rumah Ani. Peninjauan tersebut turut dihadiri camat, lurah, Dinas Perkim, Dinas Sosial, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Bahasan mengatakan, pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kondisi warga yang terdampak musibah. Ia memastikan proses perbaikan rumah Ani akan segera dilakukan.

"Insyaallah rumah ini akan segera diperbaiki melalui Dinas Perkim. Kami ingin warga yang mengalami musibah bisa kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan aman," ujarnya.

Menurutnya, Pemkot Pontianak juga telah menawarkan hunian sementara berupa rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Namun, Ani memilih tinggal sementara di rumah keluarga yang berada tidak jauh dari lokasi.

Bahasan menambahkan, kejadian tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk meningkatkan upaya pencegahan, terutama terhadap rumah-rumah warga yang berada di kawasan bantaran sungai dan memiliki struktur bangunan yang sudah tidak layak.

Ia mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila menemukan kondisi rumah yang mulai lapuk, miring, atau mengalami kerusakan pada bagian pondasi.

"Jangan menunggu sampai terjadi musibah. Jika ada rumah yang kondisinya sudah mengkhawatirkan, segera sampaikan kepada RT, lurah, atau Dinas Perkim agar dapat dilakukan pemeriksaan," katanya.

Bahasan juga meminta para lurah melakukan pendataan terhadap rumah-rumah di kawasan rawan, khususnya permukiman tepian sungai, sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak menimbulkan korban. (Prokopim)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak