Kodam XII/Tanjungpura memperkuat langkah pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif kepada masyarakat.
Upaya tersebut ditandai dengan pemberian pembekalan kepada personel Satgas Penyuluh Karhutla Provinsi Kalimantan Barat oleh Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., di Aula Asrama Haji Pontianak, Selasa (25/8/2026).
Sebanyak 88 personel gabungan yang terdiri dari Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) TNI disiapkan untuk menjalankan tugas penyuluhan di tengah masyarakat. Mereka akan mengemban sejumlah tugas utama, mulai dari memberikan edukasi kepada warga, memperkuat deteksi dini, hingga meningkatkan pemahaman mengenai risiko pembakaran lahan.
Langkah tersebut dinilai penting menyusul penetapan status siaga darurat Karhutla di Kalimantan Barat. Upaya pencegahan tidak hanya diarahkan pada penanganan ketika kebakaran terjadi, tetapi juga bagaimana potensi kebakaran dapat dicegah sejak awal.
Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menegaskan bahwa pendekatan persuasif harus menjadi langkah utama dalam mencegah masyarakat melakukan pembakaran lahan.
“Penyelesaian Karhutla tidak bisa lagi hanya berfokus pada pemadaman saat api sudah membesar. Peran para penyuluh ini sangat penting di tingkat bawah untuk mengubah mindset masyarakat. Kita hadir bukan sekadar melarang, tetapi memberikan pemahaman dan alternatif jalan keluar agar tidak ada lagi yang membuka lahan dengan cara dibakar,” tegasnya.
Menurut Pangdam, para personel yang ditugaskan harus mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Kehadiran mereka di lapangan diharapkan dapat menciptakan kepercayaan sekaligus mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan tanda-tanda awal kebakaran.
“Setiap perwira yang ditugaskan harus menjadi penyambung informasi yang mudah dipahami. Jika ada potensi api, deteksi dini dan tindakan cepat adalah kuncinya. Pembakaran lahan mungkin menguntungkan pribadi, namun dampaknya dapat merugikan keselamatan umum dan merusak ekosistem,” tambahnya.
Selain memberikan penyuluhan, para personel juga diarahkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api di wilayah masing-masing. Respons cepat menjadi bagian penting dalam memutus penyebaran api sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Kodam XII/Tanjungpura berharap keberadaan Satgas Penyuluh Karhutla dapat memperkuat kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran selama musim kemarau.
Dengan mengedepankan edukasi, pencegahan dan deteksi dini, upaya pengendalian Karhutla di Kalimantan Barat diharapkan semakin efektif sehingga risiko bencana asap dapat ditekan dan masyarakat dapat menjalani aktivitas dengan lebih aman. (Pendam XII/Tpr)

