Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan Polres Kubu Raya melalui pendekatan persuasif dan penguatan komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Salah satunya dengan melibatkan tokoh masyarakat sebagai bagian dari cooling system untuk mencegah potensi konflik sosial.
Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia bersilaturahmi dengan Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Kubu Raya, Suharso, S.IP., M.H., di kediamannya di Jalan Sungai Raya Dalam, Kompleks Tanjungpura Permai Nomor C.25, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (21/8/2026).
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Keduanya membahas berbagai hal terkait kondisi keamanan dan kehidupan sosial masyarakat Kubu Raya yang memiliki keberagaman suku, agama, serta budaya.
Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengatakan, komunikasi dengan tokoh masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam mendeteksi berbagai persoalan sejak dini.
“Komunikasi dan koordinasi dengan para tokoh masyarakat sangat penting. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat diketahui sejak awal sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas,” ujar Aiptu Ade.
Menurutnya, tokoh masyarakat memiliki peran strategis karena berada dekat dengan kehidupan warga. Selain menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, tokoh masyarakat juga dapat membantu memberikan pemahaman dan meredam situasi apabila terdapat isu yang berpotensi menimbulkan keresahan.
Peran tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari cooling system, terutama dalam menghadapi berbagai informasi maupun persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
“Peran aktif tokoh masyarakat dalam memberikan imbauan sangat dibutuhkan untuk menjaga kerukunan dan toleransi. Masyarakat juga diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum tentu benar dan dapat memicu konflik sosial,” katanya.
Kubu Raya merupakan daerah dengan masyarakat yang memiliki latar belakang suku, agama, dan budaya yang beragam. Keberagaman tersebut menjadi kekuatan dalam membangun daerah, namun tetap membutuhkan komunikasi dan toleransi yang terus dipelihara.
Untuk itu, Polres Kubu Raya mendorong penguatan komunikasi dengan MABM serta tokoh masyarakat lainnya. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan agar setiap persoalan dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas.
“Peningkatan komunikasi dan koordinasi antara Polres Kubu Raya dengan MABM diharapkan dapat mengajak para tokoh masyarakat bersama-sama menjadi cooling system. Mereka dapat membantu memberikan pemahaman sekaligus menenangkan masyarakat apabila muncul isu atau permasalahan yang berpotensi berkembang menjadi konflik,” jelas Ade.
Silaturahmi Kapolres Kubu Raya dengan Ketua MABM tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Hubungan yang terjalin baik diharapkan dapat memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Kubu Raya.
Bagi Polres Kubu Raya, menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui langkah-langkah pencegahan, komunikasi, dan pendekatan kepada masyarakat.
Dengan komunikasi yang terbuka dan sinergi yang kuat antara kepolisian, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen warga, berbagai potensi gangguan keamanan diharapkan dapat diantisipasi sejak dini.
Polres Kubu Raya bersama MABM dan para tokoh masyarakat berkomitmen untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, serta menciptakan situasi Kabupaten Kubu Raya yang aman, damai, dan kondusif. (Humas Polres Kubu Raya)
