Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., menerima audiensi jajaran Pengurus Inti Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI) Kalimantan Barat di Ruang Kerja Gubernur, Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (6/8/2026).
Audiensi yang dipimpin Ketua PERHIPTANI Kalbar, Jainal Abidin, membahas berbagai program strategis untuk memperkuat sektor pertanian, mulai dari peningkatan kapasitas penyuluh, penguatan ketahanan pangan, hingga upaya meningkatkan kesejahteraan petani di Kalimantan Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Ria Norsan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk terus mendukung peran penyuluh pertanian sebagai garda terdepan dalam mendampingi petani dan menyukseskan program pembangunan di bidang pertanian.
"Saya menyambut baik audiensi dari PERHIPTANI Kalbar. Penyuluh merupakan ujung tombak pembangunan pertanian. Keberhasilan berbagai program pemerintah sangat bergantung pada peran mereka dalam mendampingi petani di lapangan," ujar Ria Norsan.
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus mendorong peningkatan kompetensi dan kesejahteraan penyuluh agar mampu mengikuti perkembangan teknologi pertanian, mendukung hilirisasi hasil pertanian, serta membantu petani menghadapi tantangan perubahan iklim.
"Harapan kami, seluruh program pemerintah benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani di Kalimantan Barat," tambahnya.
Sementara itu, Ketua PERHIPTANI Kalbar, Jainal Abidin, menyampaikan bahwa organisasi yang dipimpinnya memiliki sekitar 1.080 penyuluh pertanian yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Seluruh penyuluh tersebut siap bersinergi dengan pemerintah dalam mempercepat pembangunan sektor pertanian.
"Kami memiliki sekitar 1.080 penyuluh pertanian di Kalimantan Barat dan siap berkolaborasi untuk mendukung berbagai program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan," ungkap Jainal.
Dalam audiensi itu, PERHIPTANI juga memaparkan sejumlah inovasi yang tengah disiapkan, di antaranya rencana menghadirkan investor luar negeri untuk mendukung peningkatan produksi padi melalui pemanfaatan teknologi modern. Selain itu, organisasi tersebut juga mengembangkan aplikasi digital yang diharapkan dapat mempermudah penyuluh dalam mendampingi petani, termasuk dalam akses terhadap pupuk dan layanan pertanian lainnya.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan PERHIPTANI dalam mendorong terwujudnya sektor pertanian yang modern, produktif, dan berdaya saing, sekaligus memperkokoh ketahanan pangan di Kalimantan Barat. (Adpim Prov Kalbar)

