Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Wagub Kalbar), Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., yang juga Ketua Pengurus Persatuan Menembak Indonesia (PERBAKIN) Kalimantan Barat, resmi membuka Turnamen PERBAKIN Kalbar Cup 2026 di Lapangan Tembak Gelora Khatulistiwa, Pontianak, Sabtu (8/8/2026).
Turnamen tersebut diikuti atlet dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Barat dan dihadiri jajaran Forkopimda Kalbar, pengurus PERBAKIN provinsi dan kabupaten/kota, pelatih, ofisial, serta para pegiat olahraga menembak.
Pembukaan turnamen menjadi momentum bagi PERBAKIN Kalbar untuk memperkuat sistem pembinaan atlet secara berkelanjutan. Krisantus menegaskan, kompetisi tidak hanya berorientasi pada perolehan medali dan penghargaan, tetapi juga menjadi sarana mengukur perkembangan atlet sekaligus menemukan bibit-bibit potensial.
“Turnamen ini bukan hanya untuk memperebutkan medali atau piagam penghargaan. Ini merupakan bagian penting dari sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan. Melalui turnamen ini kita bisa mengukur hasil pembinaan, menambah pengalaman bertanding, sekaligus mencari bibit-bibit atlet potensial dari seluruh kabupaten dan kota di Kalbar,” ujarnya.
Menurut Krisantus, pembinaan atlet harus dilakukan secara terencana dan dimulai sejak usia muda. Karena itu, ia meminta pengurus, pelatih, dan pembina PERBAKIN di seluruh daerah lebih aktif mengidentifikasi serta mengembangkan potensi atlet muda.
“Kita harus membangun sistem pembinaan sejak usia dini agar Kalbar mampu melahirkan atlet-atlet menembak yang berprestasi dan mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.
Ia menilai olahraga memiliki peran penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Prestasi olahraga, kata dia, harus berjalan beriringan dengan upaya membentuk generasi yang sehat, disiplin, berkarakter, dan memiliki daya saing.
“Pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi semata. Kita juga harus membangun sumber daya manusia yang sehat, unggul, berkarakter dan berdaya saing,” jelasnya.
Krisantus menambahkan, pelaksanaan PERBAKIN Kalbar Cup 2026 sejalan dengan upaya pembinaan olahraga prestasi yang efektif, sistematis, terukur, dan berkelanjutan. Kompetisi yang digelar secara rutin dinilai penting untuk meningkatkan jam terbang sekaligus memetakan kemampuan para atlet.
“Tantangan olahraga prestasi ke depan semakin besar. Keberhasilan hanya dapat diraih melalui latihan yang konsisten, pembinaan yang berkesinambungan, serta kompetisi yang sehat, berkualitas dan rutin,” tegasnya.
Selain pembinaan atlet, Krisantus mendorong pengurus PERBAKIN provinsi dan kabupaten/kota memperkuat sinergi. Menurutnya, kekompakan organisasi menjadi salah satu faktor penting dalam membangun prestasi olahraga menembak Kalimantan Barat.
“Pengurus PERBAKIN Provinsi dan kabupaten/kota harus kompak, bersatu dan bersinergi. Kita harus memiliki misi yang sama, yaitu membina atlet-atlet menembak Kalbar agar mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya.
Ia juga berharap semakin banyak kompetisi yang digelar di Kalimantan Barat. Dengan kompetisi yang rutin, potensi atlet yang selama ini belum terpantau dapat lebih mudah ditemukan dan dikembangkan.
“Dengan semakin seringnya kompetisi digelar, kita bisa melihat bibit-bibit unggul yang memiliki bakat dan kemampuan dalam olahraga menembak,” ujarnya.
Di sisi lain, PERBAKIN Kalbar Cup 2026 juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara pengurus, atlet, pelatih, dan pegiat olahraga menembak dari berbagai daerah.
“Target pertama adalah kita membangun silaturahmi antara pengurus PERBAKIN kabupaten/kota dan para atlet. Kemudian ini menjadi momentum yang baik untuk menjaring atlet-atlet menembak Kalbar,” tambah Krisantus.
Turnamen tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan menghadapi sejumlah agenda olahraga daerah, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat yang direncanakan berlangsung pada November mendatang.
Untuk menunjang peningkatan prestasi atlet, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama PERBAKIN juga berkomitmen melakukan pembenahan fasilitas Lapangan Tembak Gelora Khatulistiwa.
Krisantus mengungkapkan, pengembangan fasilitas lapangan tembak telah dipersiapkan dalam anggaran tahun 2027.
“Kita akan terus mengupayakan langkah-langkah nyata dalam pembinaan dan rehabilitasi fasilitas tembak di kawasan Gelora Khatulistiwa ini. Tahun 2027 sudah kita anggarkan untuk pengembangan fasilitasnya,” ungkapnya.
Pengembangan tersebut antara lain mencakup penambahan area tembak dengan jarak 25 meter dan 50 meter serta fasilitas pendukung lainnya.
“Ke depan kita sempurnakan lapangan tembak ini. Di belakang akan kita bangun area 50 meter dan fasilitas lainnya. Harapannya lapangan ini semakin layak dan bisa digunakan untuk kegiatan pembinaan secara rutin,” jelasnya.
Krisantus berharap Lapangan Tembak Gelora Khatulistiwa nantinya tidak hanya menjadi tempat kegiatan internal PERBAKIN, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat yang ingin mengenal olahraga menembak.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama.
“Kita rencanakan juga agar tempat ini bisa dibuka untuk umum yang ingin mencoba olahraga menembak. Tetapi yang paling utama adalah keamanan. Sebelum menembak, harus diajarkan terlebih dahulu bagaimana cara menjaga keselamatan,” tegasnya.
Menurutnya, olahraga menembak memiliki risiko yang harus dipahami oleh setiap peserta. Karena itu, setiap orang yang ingin mencoba olahraga tersebut wajib mendapatkan pendampingan serta memahami prosedur keselamatan.
“Menembak ini yang paling penting adalah safety. Kalau kita belum memahami keselamatan, itu sangat berbahaya. Karena itu setiap orang yang ingin mencoba harus mendapatkan pendampingan dan memahami prosedur keselamatan terlebih dahulu,” katanya.
Pesan untuk Atlet dan Juri
Kepada seluruh peserta PERBAKIN Kalbar Cup 2026, Krisantus berpesan agar pertandingan dijalani dengan menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, ketenangan, dan fokus.
“Saya mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh peserta. Tunjukkan kemampuan terbaik, tetap fokus, tenang dan disiplin. Jadikan itu sebagai karakter utama atlet menembak,” pesannya.
Ia juga mengingatkan para atlet agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Setiap pertandingan, menurutnya, harus menjadi pengalaman untuk meningkatkan kemampuan.
“Menang atau kalah merupakan bagian dari sebuah kompetisi. Yang paling penting adalah kita bertanding dengan sportif dan terus memperbaiki kemampuan,” ujarnya.
Sementara kepada para juri dan wasit, Krisantus meminta agar proses penilaian dilakukan secara objektif, profesional, dan berintegritas.
“Khusus kepada juri, saya berharap betul-betul objektif dalam memberikan penilaian kepada para atlet. Kita ingin turnamen ini menjadi kompetisi yang berkualitas dan dipercaya oleh seluruh peserta,” tutupnya.
PERBAKIN Kalbar Cup 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar ajang pertandingan. Turnamen ini diarahkan sebagai bagian dari pembangunan ekosistem olahraga menembak yang terukur dan berkelanjutan di Kalimantan Barat, sekaligus menjadi wadah peningkatan pengalaman bertanding, pencarian bibit unggul, penguatan sinergi antar-PERBAKIN kabupaten/kota, serta persiapan atlet menuju kompetisi di tingkat nasional. (wnd) (Adpim Prov Kalbar)


