Perkuat Pencegahan Karhutla, Dandim 1210/Landak Dampingi Tim Satgas Mabes TNI Berikan Edukasi di Landak

Upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam mencegah dan menangani Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus dilakukan di Kabupaten Landak. Salah satunya melalui kegiatan penyuluhan dan sosialisasi yang digelar Tim Satgas Karhutla Mabes TNI bersama pemerintah daerah dan unsur terkait.

Dalam kegiatan tersebut, Dandim 1210/Landak Letkol Inf. Doni Prasetyo, S.Hub.Int., M.I.P., turut mendampingi Tim Satgas Karhutla Mabes TNI dalam memberikan edukasi mengenai pencegahan dan penanganan Karhutla, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu berlangsung di Aula Bappeda Kabupaten Landak, Desa Tebedak, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Landak Heri Adiwijaya, S.E., yang mewakili Bupati Landak, perwakilan Polres Landak, BPBD Kabupaten Landak, para camat dan kepala desa se-Kabupaten Landak, serta jajaran Kodim 1210/Landak.

Tim Satgas Karhutla Mabes TNI dipimpin Brigjen TNI Achmad Fauzi, S.I.P., M.M., M.H.I., bersama Kolonel Cke Isaryanto April Wibowo, S.T., M.M., Kolonel Laut (S) Sugiharto, Kolonel Mar Ridwan Azis, Kolonel Kes Mulyasep Indrata A.MK, Kolonel Adm Dodo Subandi dan Kolonel Inf Sunarto, S.Hub.Int. selaku pendamping.

Dalam sambutannya, Sekda Landak Heri Adiwijaya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim Satgas Karhutla Mabes TNI di Kabupaten Landak. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan pemerintah daerah maupun masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Ia menegaskan, langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan mengedepankan deteksi dini, edukasi kepada masyarakat, pemantauan wilayah yang rawan kebakaran, serta memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana pendukung.

Sementara itu, Dandim 1210/Landak Letkol Inf. Doni Prasetyo, S.Hub.Int., M.I.P., menekankan pentingnya memperkuat koordinasi dan sinergi seluruh unsur dalam mencegah terjadinya Karhutla.

“Pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI dan Polri, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Deteksi dini, patroli, pemantauan wilayah rawan dan edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan secara konsisten,” tegas Dandim.

Dalam penyuluhan tersebut, Brigjen TNI Achmad Fauzi menyampaikan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh komponen, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, perusahaan atau korporasi hingga masyarakat.

Menurutnya, keselamatan masyarakat, kelestarian lingkungan dan kepentingan negara harus menjadi prioritas utama dalam setiap upaya pencegahan maupun penanganan Karhutla.

Perusahaan yang memiliki wilayah kerja yang berpotensi mengalami Karhutla juga diimbau meningkatkan kesiapsiagaan, baik dari sisi personel maupun sarana dan prasarana pemadam. Selain itu, patroli secara berkala dan pemantauan titik-titik rawan harus dilakukan secara optimal serta setiap indikasi munculnya titik api segera dilaporkan kepada pihak berwenang.

Di sisi lain, masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan adanya indikasi kebakaran kepada aparat maupun instansi terkait agar dapat ditangani sedini mungkin.

Karhutla sendiri dapat menimbulkan dampak yang luas, tidak hanya berupa asap tebal, tetapi juga gangguan kesehatan, penurunan kualitas udara dan jarak pandang, hingga terganggunya berbagai aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Bahkan, dampak asap akibat Karhutla dapat meluas hingga ke wilayah lain dan berpotensi menimbulkan dampak lintas batas negara. Karena itu, sinergi dan kesiapsiagaan seluruh pihak menjadi kunci dalam mencegah terjadinya Karhutla di Kabupaten Landak. (Pendim 1210/Landak) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak