Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali mendapat respons cepat dari personel Koramil 1202-03/Singkawang Tengah. Di tengah teriknya cuaca dan kondisi lahan yang kering, prajurit TNI bersama unsur gabungan berjibaku memadamkan api serta melakukan pendinginan di sejumlah titik kebakaran di wilayah Kecamatan Singkawang Utara, Minggu (23/08/2026).
Operasi penanganan Karhutla tersebut dipimpin langsung Danramil 1202-03/Singkawang, Kapten Inf P. Hutagalung. Sebanyak lima personel Koramil dikerahkan bersama unsur lintas instansi untuk melakukan pengecekan lapangan, pemadaman, penyiraman, hingga pendinginan guna memastikan api tidak kembali berkobar.
Dalam penanganan tersebut, tim gabungan menyasar tiga lokasi terdampak. Dua titik berada di Kelurahan Sungai Rasau dengan luas lahan terbakar masing-masing sekitar 3 hektare dan 3,5 hektare. Sementara satu titik lainnya berada di Kelurahan Sungai Bulan dengan luas lahan sekitar 1 hektare.
Kondisi medan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Lahan yang terbakar didominasi semak belukar, rasam, kayu campuran, serta pohon produktif. Kondisi tanah gambut yang kering juga membuat bara api berpotensi kembali menyala meskipun api permukaan telah berhasil dipadamkan.
Karena itu, setelah api berhasil dikendalikan, personel tidak langsung meninggalkan lokasi. Penyiraman ulang dan pendinginan terus dilakukan pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap untuk memastikan bara yang berada di dalam tanah benar-benar padam.
“Tidak cukup hanya memadamkan api. Kami memastikan sampai ke titik-titik rawan agar tidak ada bara yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran kembali,” menjadi prinsip personel gabungan dalam melaksanakan penanganan Karhutla di lapangan.
Dalam operasi tersebut, Koramil 1202-03/Singkawang Tengah bersinergi dengan personel Polri yang dipimpin Kapolsek, unsur Kecamatan Singkawang Utara, Damkar Pol PP Kota Singkawang, Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) dari Sungai Rasau, Semelagi, dan Sungai Bulan.
Untuk mendukung proses pemadaman, tim gabungan mengerahkan berbagai peralatan, di antaranya tiga unit mesin pompa air milik Manggala Agni, satu unit mesin pompa air BPBD, satu unit mesin pompa air MPA, serta sejumlah peralatan manual.
Upaya penanganan tidak hanya difokuskan pada pemadaman api. Koramil 1202-03/Singkawang Tengah juga terus memperkuat langkah pencegahan melalui koordinasi lintas instansi, patroli dan monitoring di wilayah rawan Karhutla, pengecekan langsung terhadap titik hotspot, serta pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan.
Personel juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Selain berpotensi meluas dan sulit dikendalikan, Karhutla dapat menimbulkan kabut asap dan polusi udara yang berdampak terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat.
Hingga penanganan selesai, api di sejumlah lokasi telah berhasil dipadamkan. Kondisi secara umum aman dan terkendali. Namun, pemantauan serta pendinginan tetap dilakukan pada beberapa titik yang masih mengeluarkan sisa asap guna mengantisipasi munculnya kembali bara api.
Gerak cepat personel Koramil 1202-03/Singkawang Tengah bersama unsur terkait menunjukkan kuatnya sinergi dalam menghadapi ancaman Karhutla. Dengan menyusuri lahan, menghadapi panas dan asap, serta memastikan setiap titik api ditangani hingga tuntas, aparat bersama masyarakat terus berupaya menjaga wilayah Singkawang dari ancaman kebakaran.
Sinergi lintas instansi dan kepedulian masyarakat menjadi kunci dalam mencegah Karhutla. Dengan keselamatan warga dan kelestarian lingkungan sebagai prioritas, Koramil 1202-03/Singkawang Tengah berkomitmen untuk terus hadir dan bergerak cepat setiap kali ancaman kebakaran hutan dan lahan muncul. (Pendim 1202/Skw)
