Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., secara resmi membuka Kick Start Nasional Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) BPJS Ketenagakerjaan di Aula Eks Gedung Bank Indonesia, Pontianak, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Bangkit Merajut Kemandirian Menuju Kesejahteraan Berkelanjutan” ini diikuti 30 ibu ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Dalam sambutannya, Krisantus mengapresiasi Program PEKA sebagai bentuk inovasi BPJS Ketenagakerjaan dalam memperluas manfaat perlindungan sosial. Menurutnya, kehadiran BPJS Ketenagakerjaan kini tidak hanya memberikan perlindungan ketika peserta mengalami risiko sosial ekonomi, tetapi juga mendorong keluarga penerima manfaat agar mampu bangkit dan mandiri.
“Pelayanan yang diberikan tidak berhenti pada penyerahan santunan atau jaminan tunai, tetapi melangkah lebih jauh melalui program pendampingan berbasis keberlanjutan. Ini menjadi bukti bahwa BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya hadir di saat sulit, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan hidup dan masa depan keluarga peserta,” ujar Krisantus.
Ia memahami bahwa kehilangan anggota keluarga, terutama sosok yang menjadi tulang punggung ekonomi, merupakan ujian berat. Namun, ia mengajak para ahli waris menjadikan kondisi tersebut sebagai momentum untuk membangun kehidupan yang lebih kuat dan mandiri.
“Saya memahami betul bahwa kehilangan anggota keluarga tercinta, terutama mereka yang menjadi tulang punggung keluarga, adalah duka dan ujian yang tidak mudah. Namun, kehadiran Ibu-Ibu di ruangan ini adalah bukti ketangguhan dan kekuatan untuk terus melangkah,” tuturnya.
Krisantus berharap santunan yang diterima para ahli waris dapat dikelola secara bijak dan, jika memungkinkan, dimanfaatkan sebagai modal usaha produktif.
“Pelatihan hari ini diberikan agar modal dan semangat yang ada dapat diubah menjadi sumber penghasilan baru yang berkelanjutan,” katanya.
Ia mendorong peserta memulai usaha dari skala sederhana dengan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan masing-masing. Salah satu peluang yang dinilainya cukup menjanjikan adalah usaha kuliner, termasuk pengembangan produk siap jual dan makanan beku atau frozen food.
“Jadikan pelatihan ini sebagai momentum untuk bangkit menjadi pengusaha pemula. Mulailah dari rumah, dari skala sederhana, kemudian kembangkan secara konsisten,” pesannya.
Selain keterampilan produksi, Krisantus juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dan media sosial sebagai sarana promosi. Menurutnya, pemasaran digital dapat membantu produk lokal menjangkau konsumen yang lebih luas tanpa terbatas wilayah.
“Peluang usaha kuliner di Kalimantan Barat sangat terbuka. Manfaatkan teknologi informasi dan media sosial secara bijak dan produktif untuk pemasaran,” tambahnya.
Untuk memastikan program tidak berhenti pada pelatihan, Krisantus meminta perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, khususnya Dinas Koperasi dan UMKM, memperkuat sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan.
“Saya meminta perangkat daerah dan instansi terkait untuk menyinergikan Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan dengan program pemberdayaan UMKM di Kalimantan Barat. Jangan sampai pelatihan berhenti setelah kegiatan ini selesai, tetapi harus ada pendampingan hingga peserta mampu menjalankan usaha secara mandiri,” tegasnya.
Menurut Krisantus, pendampingan dapat mencakup pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga perluasan pasar melalui pameran dan peluang pengadaan konsumsi dalam kegiatan pemerintahan.
Ia juga meminta para peserta memanfaatkan pelatihan secara maksimal, mulai dari pengolahan produk, menjaga higienitas, pengemasan, menentukan harga jual hingga strategi pemasaran.
“Serap ilmu dari para instruktur. Nanti melalui dinas kami, akan kami bantu sinergikan agar usaha yang dirintis dapat terus berkembang,” pungkasnya.
Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan diharapkan menjadi langkah awal bagi para ahli waris untuk membangun usaha produktif, meningkatkan pendapatan keluarga, dan mewujudkan kemandirian ekonomi secara berkelanjutan. (ais/ica) (Adpim Prov Kalbar)

