Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Singkawang mulai membuahkan hasil. Dalam beberapa hari terakhir, jumlah hotspot (HS) terpantau mengalami penurunan setelah personel gabungan berjibaku melakukan penanganan di sejumlah wilayah rawan.
Komandan Kodim 1202/Singkawang, Letkol Arh Muhammad Ivan Juniar, S.I.P., mengatakan, penurunan hotspot tersebut menjadi indikasi positif dari berbagai upaya yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh unsur terkait.
“Penurunan hotspot ini tentu menjadi kabar baik. Ini merupakan buah dari kerja keras seluruh unsur yang tidak kenal lelah berada di garis depan, mulai dari TNI/Polri, Pemkot Singkawang, BPBD, Manggala Agni, MPA, relawan dan seluruh pihak terkait,” ujar Dandim Singkawang, Minggu (06/09/2026).
Ia menjelaskan, personel gabungan hingga kini masih terus melakukan pemadaman, penyekatan, pendinginan, serta pemantauan di wilayah yang dinilai rawan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan api benar-benar padam sekaligus mencegah munculnya kembali titik api yang dapat meluas.
Penanganan karhutla juga mendapat dukungan dari Korem 121/Abw dan Kodam XII/Tpr, BPBD Provinsi Kalimantan Barat serta BNPB Pusat melalui bantuan personel, peralatan, materiil hingga dukungan modifikasi cuaca.
Meski jumlah hotspot mulai menurun, Dandim mengingatkan seluruh pihak untuk tetap waspada. Pasalnya, kondisi musim kemarau masih berlangsung sehingga potensi terjadinya karhutla tetap harus diantisipasi.
“Kita jangan sampai terlena dengan penurunan ini. Kewaspadaan harus tetap dijaga. Saya mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan agar kebakaran tidak kembali terjadi,” tegasnya.
Dandim juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu karhutla. Laporan dapat disampaikan secara langsung maupun melalui Call Center Karhutla Kodam XII/Tpr di nomor 0811-5600-1000.
“Ikhtiar dan upaya bersama terus kita lakukan. Dengan sinergi, kepedulian, dan doa, semoga atas pertolongan Tuhan Yang Maha Esa, kondisi karhutla di Kalimantan Barat semakin terkendali. Mari bersama menjaga lingkungan dan memastikan Kalimantan Barat tetap aman, kondusif, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (Pendim 1202/Skw)
