Kebutuhan air bersih masyarakat Kabupaten Kubu Raya meningkat seiring berlangsungnya musim kemarau dan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
Merespons kondisi tersebut, Polres Kubu Raya berkolaborasi dengan Satbrimob Polda Kalimantan Barat menyalurkan air bersih dan air layak konsumsi kepada masyarakat. Kegiatan berlangsung di kawasan Taman Makam Pahlawan Dharma Patria Jaya, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (5/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Satbrimob Polda Kalbar mengerahkan mobil Water Treatment untuk mengolah air sehingga dapat dimanfaatkan sebagai air bersih maupun air siap minum.
Kegiatan dipimpin langsung Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia. Turut mendampingi Wakapolres Kubu Raya Kompol Andri Syahroni, Kabag Ops AKP Samidi, Kasat Lantas IPTU Judi Effendhy Kusuma, Kapolsek Sungai Raya AKP Hariyanto, serta personel Polres Kubu Raya dan Satbrimob Polda Kalbar.
Pengoperasian fasilitas Water Treatment dilakukan IPDA Mamat Kusandi bersama 15 personel Satbrimob Polda Kalbar. Fasilitas tersebut mampu mengolah hingga 6.000 liter air setiap jam, sedangkan kapasitas produksi air siap minum mencapai 2.500 liter per jam.
Air yang telah melalui proses pengolahan memiliki tingkat keasaman atau pH sekitar 7, yang berada pada kondisi netral. Berdasarkan keterangan pengelola fasilitas, air tersebut dapat digunakan sebagai air layak konsumsi.
Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade mengatakan, penyaluran air dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepolisian terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kondisi kemarau.
“Kami ingin membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan air selama musim kemarau. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus tersedia, sehingga Polri berupaya hadir di tengah kondisi tersebut,” ujar Ade.
Ia menambahkan, dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan ancaman kebakaran maupun asap. Berkurangnya ketersediaan air juga menjadi persoalan yang dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah.
“Saat ini Kubu Raya juga menghadapi kondisi pascakarhutla dan paparan asap di sejumlah titik. Karena itu, kami melihat kebutuhan masyarakat secara langsung, termasuk kebutuhan air layak konsumsi dan air bersih,” katanya.
Selain persoalan ketersediaan air, kualitas udara juga menjadi perhatian. Kementerian Kehutanan pada 4 September menyampaikan bahwa kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak karhutla mulai membaik. Namun, zona dengan kualitas udara sangat tidak sehat masih ditemukan di sebagian wilayah Kalimantan Barat.
Polres Kubu Raya menyatakan penyaluran air tidak akan berhenti pada satu lokasi. Bantuan akan diarahkan ke wilayah lain yang mengalami keterbatasan sumber air dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan pemangku kepentingan terkait.
Pemetaan lokasi menjadi langkah penting agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran, terutama kepada masyarakat yang paling membutuhkan.
“Kegiatan ini akan terus berlangsung bagi masyarakat yang membutuhkan. Kami akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan stakeholder terkait untuk memetakan titik-titik yang membutuhkan air layak konsumsi maupun air bersih,” jelas Ade.
Sebelumnya, pada Jumat (4/9/2026), Polres Kubu Raya juga telah menyalurkan 6.000 liter air bersih kepada 170 kepala keluarga terdampak karhutla di Dusun Teluk Lais, Desa Persiapan Kuala Bakung, serta puluhan warga Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
Rangkaian penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau dan karhutla yang masih berlangsung.
Di tengah kondisi sumber air yang semakin terbatas, kehadiran bantuan air bersih memiliki arti penting bagi masyarakat. Bukan hanya sebagai bantuan sementara, tetapi juga sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar warga yang harus tersedia setiap hari. (Humas Polres Kubu Raya)
