Hotspot Karhutla Turun, Dandim Sintang Dorong Respons Cepat dan Kolaborasi Berkelanjutan

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Barat menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Tren penurunan titik panas atau hotspot menjadi salah satu indikator positif dari upaya penanganan yang dilakukan secara terpadu oleh Satgas Darat bersama seluruh unsur terkait.

Komandan Kodim (Dandim) 1205/Sintang Letkol Arm Anggit Wijaksono menyampaikan hal tersebut saat menyikapi perkembangan penanganan Karhutla yang dibahas dalam briefing pimpinan pada Sabtu malam.

Menurutnya, penurunan jumlah hotspot di sejumlah wilayah menunjukkan bahwa langkah pencegahan dan penanganan yang dilakukan bersama mulai memberikan hasil. Meski demikian, kondisi tersebut harus tetap diikuti dengan peningkatan kewaspadaan karena potensi munculnya titik api baru masih terbuka.

“Alhamdulillah, berdasarkan perkembangan yang kita terima, terjadi tren positif dengan adanya penurunan titik hotspot Karhutla di wilayah jajaran. Ini tentunya tidak terlepas dari kecepatan respons Satgas di lapangan, sinergi dan kolaborasi seluruh unsur dalam penanganan Karhutla,” ujar Dandim 1205/Sintang Letkol Arm Anggit Wijaksono.

Ia menegaskan bahwa kecepatan dalam menerima dan menindaklanjuti setiap laporan menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran berkembang semakin luas. Satgas Darat bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat serta unsur terkait terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang memiliki potensi terjadinya Karhutla.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga tren positif ini. Setiap ada laporan kebakaran harus segera direspons, sehingga api dapat dikendalikan sebelum meluas. Sinergi di lapangan harus terus diperkuat,” tegasnya.

Dandim juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang terus menjalankan tugas di lapangan. Berbagai tantangan, mulai dari kondisi medan hingga karakteristik lahan gambut, membutuhkan kesiapsiagaan dan penanganan yang tepat.

Ia menilai keberhasilan dalam menekan hotspot merupakan hasil kerja bersama, bukan keberhasilan satu institusi semata. Seluruh unsur memiliki peran penting dalam mencegah kebakaran meluas dan meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan.

“Ini kerja bersama. TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat dan seluruh unsur terkait harus terus bergerak dalam satu tujuan, yaitu mencegah Karhutla meluas dan melindungi masyarakat serta lingkungan,” katanya.

Meski menunjukkan tren penurunan, Dandim meminta jajarannya untuk tidak menurunkan kewaspadaan. Pemantauan di wilayah rawan, kesiapan personel serta respons cepat terhadap setiap indikasi kebakaran harus terus dipertahankan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar turut berperan dalam pencegahan Karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

“Jangan sampai kita lengah. Tren penurunan ini harus kita pertahankan. Dengan kecepatan respons, sinergi dan kolaborasi yang terus diperkuat, kita optimistis penanganan Karhutla dapat semakin maksimal,” pungkas Dandim. (Pendim 1205/Sintang) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak