Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan Pasis Dikreg LVI Sesko TNI melalui pendekatan langsung kepada masyarakat. Kali ini, tim penyuluhan Karhutla menyambangi Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau, Selasa (1/9/2026), untuk memberikan edukasi sekaligus menggali aspirasi masyarakat terkait pengelolaan lahan.
Kegiatan tersebut menyasar berbagai unsur masyarakat, mulai dari aparat kecamatan, tokoh masyarakat, tokoh adat hingga warga di sejumlah desa. Rangkaian kegiatan diawali dengan anjangsana dan koordinasi bersama jajaran Kecamatan Jangkang, tokoh masyarakat serta tokoh adat.
Selanjutnya, tim melaksanakan penyuluhan lapangan mengenai langkah-langkah pencegahan Karhutla. Dalam kesempatan itu, tim juga membagikan masker kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap potensi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Sebanyak tujuh personel Tim Sanggau Pasis Dikreg LVI Sesko TNI yang dipimpin Kolonel Inf Raja Gunung Nasution melaksanakan sosialisasi di Kantor Kecamatan Jangkang. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat dan perwakilan warga dengan jumlah peserta sebanyak 16 orang.
Dalam dialog yang berlangsung terbuka, masyarakat menjelaskan bahwa praktik pembakaran ladang di Kecamatan Jangkang selama ini dilakukan dengan tetap memperhatikan ketentuan adat yang berlaku. Masyarakat juga menyampaikan bahwa rencana pembukaan lahan umumnya terlebih dahulu dilaporkan kepada pihak desa.
Menurut masyarakat, pembakaran ladang masih memiliki keterkaitan dengan tradisi serta ritual adat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Meski demikian, warga menunjukkan ketertarikan untuk menerapkan pola pertanian tanpa bakar apabila memperoleh dukungan berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) serta bantuan pupuk.
Ketua Tim Penyuluhan Karhutla, Kolonel Inf Raja Gunung Nasution, mengatakan bahwa edukasi secara langsung kepada masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kesadaran dan mencegah terjadinya Karhutla.
Ia menekankan, upaya pencegahan harus dilakukan melalui pendekatan persuasif dengan tetap menghargai adat istiadat serta kearifan lokal yang berkembang di tengah masyarakat.
“Kami hadir untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Kami juga mendengarkan langsung aspirasi masyarakat, termasuk kebutuhan mereka dalam menerapkan pola pertanian tanpa bakar. Ke depan, diperlukan kerja sama dan dukungan dari seluruh pihak agar masyarakat memiliki alternatif yang lebih baik dalam membuka dan mengelola lahan,” ujar Kolonel Inf Raja Gunung Nasution.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama dan tidak dapat dibebankan kepada satu pihak. Sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat dan seluruh elemen warga sangat diperlukan untuk menciptakan langkah pencegahan yang efektif.
“Dengan kebersamaan dan kesadaran bersama, kita berharap Karhutla dapat dicegah sehingga lingkungan tetap terjaga dan masyarakat terhindar dari dampak kabut asap,” pungkasnya.
Melalui kegiatan penyuluhan tersebut, diharapkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya dan dampak Karhutla semakin meningkat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama dalam menjaga lingkungan serta mendorong penerapan pola pengelolaan lahan yang lebih aman dan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Sanggau. (Pendim 1204/Sanggau)
