Upaya penanganan dan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) terus dilakukan secara bersama-sama. Di tengah aktivitas pemadaman yang menguras tenaga, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI bersama Babinsa Koramil 1206-04/Badau memanfaatkan waktu beristirahat untuk memberikan arahan dan penguatan kepada aparat setempat di wilayah Pulau Majang, Rabu (02/09/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah memperkuat koordinasi di lapangan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla. Hal ini penting mengingat Pulau Majang berada di kawasan yang memiliki nilai ekologis tinggi sehingga keberadaan titik api perlu mendapat perhatian dan penanganan secara cepat.
Dalam suasana sederhana di sela kegiatan, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI Kolonel PAS Karli dan Kolonel TEK Istanto menyampaikan sejumlah arahan kepada aparat setempat. Selain menekankan pentingnya pengendalian api, mereka juga mengingatkan bahwa pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan untuk mengurangi kemungkinan munculnya kembali titik api.
Aparat di lapangan didorong untuk terus membangun komunikasi dengan masyarakat. Warga juga perlu diberikan pemahaman mengenai bahaya pembakaran lahan secara sembarangan serta pentingnya segera melaporkan apabila menemukan api maupun kepulan asap di sekitar permukiman dan kawasan hutan.
Babinsa Koramil 1206-04/Badau turut mengajak aparat setempat meningkatkan pemantauan terhadap kondisi lingkungan di wilayah Pulau Majang. Setiap informasi mengenai perkembangan Karhutla diharapkan dapat segera disampaikan sehingga langkah penanganan dapat dilakukan tanpa menunggu api berkembang semakin besar.
“Kita boleh melepas penat sejenak, tetapi kewaspadaan tidak boleh berhenti. Selama masih ada potensi api, kita harus tetap siap bergerak dan bersinergi,” menjadi semangat yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Berada di tengah kawasan TNDS, personel yang terlibat dalam penanganan Karhutla menghadapi kondisi medan yang tidak mudah. Namun, keterbatasan tersebut tidak mengurangi semangat untuk terus melakukan pengendalian dan memastikan api tidak meluas ke area lainnya.
Kehadiran Tim Penyuluh Mabes TNI bersama Babinsa dan aparat setempat menunjukkan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kekuatan kolektif. Pemadaman api harus berjalan beriringan dengan pencegahan, edukasi, pemantauan, dan koordinasi yang berkesinambungan.
Semangat pengabdian tetap terjaga meski personel harus menghadapi kelelahan dan kondisi lapangan yang berat. Beristirahat sejenak menjadi bagian dari menjaga stamina, sebelum kembali melanjutkan tugas untuk mengendalikan Karhutla dan melindungi kawasan TNDS.
Dengan semakin kuatnya sinergi antara TNI, aparat setempat, dan masyarakat, diharapkan potensi Karhutla dapat diantisipasi lebih cepat. Upaya bersama tersebut menjadi langkah penting dalam menjaga kelestarian kawasan konservasi sekaligus melindungi lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitarnya. (Pendim1206/Psb)

