Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus dilakukan dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI yang dipimpin Kolonel PM Dedy Ary, bersama Pj. Danramil 1206-05/Embaloh Hulu Pelda Sujiyanto, menyambangi kaum ibu yang tengah beraktivitas di Kebun Sangga Bumi Lestari, Desa Pulau Manak, Kecamatan Embaloh Hulu, Kamis (03/09/2026).
Kehadiran tim penyuluh di tengah aktivitas masyarakat tersebut menjadi sarana untuk menyampaikan edukasi tentang pentingnya mencegah Karhutla sejak dini. Sosialisasi berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan mudah oleh para ibu.
Kolonel PM Dedy Ary mengingatkan bahwa kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan dampak luas, tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap kesehatan dan kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, upaya pencegahan harus dimulai dari kesadaran setiap warga.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan api dalam membuka atau membersihkan lahan. Terlebih saat cuaca panas dan kondisi lahan kering, api dapat dengan mudah menyebar dan sulit dikendalikan.
“Pencegahan kebakaran bukan hanya menjadi tugas aparat. Kami mengajak ibu-ibu dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jika melihat asap maupun titik api, segera laporkan sehingga dapat ditangani sedini mungkin,” ujar Kolonel PM Dedy Ary.
Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya Karhutla, tim juga mendorong kaum ibu untuk ikut berperan menyampaikan informasi kepada anggota keluarga dan lingkungan sekitar. Peran tersebut dinilai penting karena keluarga merupakan salah satu tempat awal dalam membangun kebiasaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Sementara itu, Pj. Danramil 1206-05/Embaloh Hulu Pelda Sujiyanto mengatakan bahwa komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara TNI dan warga.
Menurutnya, semakin baik komunikasi yang terbangun, semakin cepat pula informasi mengenai potensi kebakaran dapat disampaikan dan ditindaklanjuti.
“Kami berharap apa yang disampaikan hari ini dapat diteruskan kepada keluarga, tetangga dan masyarakat lainnya. Dengan meningkatnya kesadaran bersama, Karhutla dapat dicegah sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar,” ungkapnya.
Sosialisasi di Kebun Sangga Bumi Lestari menunjukkan bahwa pencegahan Karhutla tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Edukasi dan komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran bersama, sehingga potensi kebakaran dapat dicegah sejak dari awal. (Pendim1206/Psb)

