Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Melawi kembali dilakukan melalui operasi terpadu dengan melibatkan dukungan udara. Kamis (17/09/2026), helikopter Bell 412 EPI dengan nomor registrasi HA-5231 dikerahkan untuk melakukan water bombing di Desa Sepan Tonak, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi.
Kegiatan pendinginan dimulai sekitar pukul 11.18 WIB dengan sasaran lahan kosong seluas kurang lebih satu hektare. Hasil pemantauan di lokasi menunjukkan lahan masih mengeluarkan asap, namun tidak terlihat adanya kobaran api.
Dalam operasi tersebut, helikopter Bell 412 EPI HA-5231 melakukan sebanyak 10 kali water bombing dengan total air yang digunakan mencapai kurang lebih 10.000 liter. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan area yang terdampak benar-benar dalam kondisi aman dan mencegah munculnya kembali titik api.
Kru yang terlibat dalam pelaksanaan water bombing tersebut terdiri dari PIC Mayor Cpn Diki, SIC Letda Cpn Ageng, TI Sertu Paryono, MEK Serda Dwi, MEK Sera Allan, serta AVC Serka Petrus.
Kapolres Melawi AKBP Askhabul Kahfi, S.I.K. mengatakan bahwa penanganan Karhutla dilakukan secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan. Dukungan udara menjadi salah satu langkah yang dilakukan ketika diperlukan untuk mempercepat proses pendinginan.
“Penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena api dapat dengan cepat meluas dan menimbulkan dampak bagi lingkungan maupun masyarakat,” imbau Kapolres Melawi.
Polres Melawi bersama unsur terkait selanjutnya akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan hotspot maupun kondisi lahan di sekitar lokasi. Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran hutan dan lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap yang berpotensi berkembang menjadi Karhutla. (Humas Polres Melawi)
