Bupati Romi Dorong Kawasan Industri Pulau Penebang Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru Kayong Utara

Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, membuka Forum Konsultasi Publik Rencana Studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Kawasan Industri Pulau Penebang yang berlangsung di Sukadana, Selasa (23/6/2026).

Forum yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan tersebut menjadi wadah untuk menghimpun masukan masyarakat sekaligus memastikan proses pembangunan kawasan industri berjalan dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara berimbang.

Dalam sambutannya, Bupati Romi menegaskan bahwa konsultasi publik merupakan tahapan penting dalam setiap proses pembangunan. Menurutnya, forum tersebut menjadi sarana komunikasi yang efektif antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat guna menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.

“Forum ini menjadi ruang dialog yang sangat penting agar setiap rencana pembangunan dapat mempertimbangkan kepentingan lingkungan, sosial, dan ekonomi secara seimbang,” ujar Romi.

Ia menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara menaruh harapan besar terhadap pengembangan Kawasan Industri Pulau Penebang sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi baru di daerah. Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong hilirisasi sumber daya alam, meningkatkan investasi, membuka lapangan pekerjaan, serta memperkuat pembangunan infrastruktur.

Selain itu, Romi menegaskan bahwa setiap investasi yang masuk ke Kayong Utara harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi serta kelestarian lingkungan.

“Kami menyambut baik investasi yang dilakukan secara bertanggung jawab, taat aturan, dan memperhatikan kepentingan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan hidup,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), Rasnius Pasaribu, menyampaikan bahwa konsultasi publik merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk membangun komunikasi yang terbuka, transparan, dan partisipatif dengan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari capaian ekonomi semata, tetapi juga dari manfaat sosial yang dirasakan masyarakat serta komitmen dalam menjaga lingkungan.

“Kami percaya bahwa investasi yang berhasil adalah investasi yang mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” kata Rasnius.

Ia menjelaskan, KIPP berkomitmen menjalankan seluruh aktivitas sesuai ketentuan perundang-undangan dengan mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan yang berfokus pada tiga aspek utama, yakni lingkungan, masyarakat, dan pemerintah daerah.

Komitmen tersebut telah diwujudkan melalui sejumlah program pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, hingga infrastruktur. Program yang dijalankan antara lain pemberian beasiswa, layanan kesehatan dan gizi masyarakat, penguatan sektor perikanan dan usaha produktif, bantuan sosial, serta dukungan akses energi bagi masyarakat di wilayah Kepulauan Karimata.

Rasnius menambahkan, berbagai program tersebut akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan kawasan ke depan.

“Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan, kami optimistis Kawasan Industri Pulau Penebang dapat menjadi mitra pembangunan yang terpercaya, memberikan manfaat ekonomi, menjaga lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Prokopim Setda KKU) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak